Home / Berita Umum / Wiranto Mengaku Pernyataan Kivlan Zein Atas Tuduhan Dalang Kerusuhan 1998 Tidaklah Benar

Wiranto Mengaku Pernyataan Kivlan Zein Atas Tuduhan Dalang Kerusuhan 1998 Tidaklah Benar

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Wiranto Mengaku Pernyataan Kivlan Zein Atas Tuduhan Dalang Kerusuhan 1998 Tidaklah Benar – Menteri Koordinator Sektor Politik, Hukum, serta Keamanan Wiranto marah atas gugatan eks Kepala Staf Kostrad Kivlan Zein kalau dirinya sendiri dalang kerusuhan 1998. Eks Panglima ABRI ini mengatakan, ia tak turut serta dalam moment berdarah itu.

” Kasihan saudara Kivlan Zein yg senantiasa memberikan pengakuan ngawur. Tak ada kenyataan bab itu! , ” tegas Wiranto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/2) .

Wiranto mengemukakan, Kivlan Zein tutup mata dengan hasil Team Paduan Pencari Kenyataan (TGPF) Kerusuhan Mei 1998. Eks Ketua Umum Hanura ini menyebutkan hasil TGPF udah jelas menyingkap siapa serta institusi apakah sebagai dalang kerusuhan 1998.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

” Oleh sebab itu studi dahulu TGPF, siapa yg sesungguhnya ditandai diperhitungkan TGPF jadi sisi dari timbulnya kerusuhan itu, ” ujarnya.

Wiranto lantas melawan Kivlan Zein buat mengerjakan sumpah pocong. Wiranto mau publik tahu siapa sesungguhnya dalang kerusuhan 1998.

” Biar jelas. Dahulu saya diam-diam saja. Saat ini saya buka-bukaan. Oleh sebab itu saya berani, ungkapkan lah berani buat sumpah pocong saja. 1998 Itu sebagai sisi dari kerusuhan. Saya, Prabowo, Kivlan Zein sumpah pocong kita. Siapa yg sesungguhnya dalang kerusuhan itu. Biar terdengar di warga supaya jelas persoalannya. Jangan sampai asal menuduh saja, ” kata Wiranto.

Wiranto ceritakan, dirinya sendiri malahan mengerjakan beragam langkah persuasif, mendidik, kompromis serta dialogis dengan aktivis reformis pada tahun 1998 biar tak berlangsung keributan. Kala itu, Wiranto yakin kerusuhan nasional bakal merugikan warga Indonesia.

” Bukan saya dalang kerusuhan. Saya menghindar kerusuhan berlangsung. Tiga hari saya bisa amankan negeri ini, ” ucapnya.

Pria kelahiran Yogyakarta, 4 April 1947 ini memaparkan, proses pengerahan pasukan yg di lakukannya buat mengontrol kerusuhan 1998 di mulai dari Jawa Timur serta selesai di Jakarta. Di samping menangkal kerusuhan, Wiranto gak henti-henti berunding dengan aktivis reformis.

” Tanggal 13 Mei berlangsung penembakan Trisakti pagi. Siang kerusuhan di Jakarta. Tanggal 14 Mei kerusuhan mencapai puncak. 14 Malam saya kerahkan pasukan dari Jawa Timur masuk Jakarta. Tanggal 15 pagi Jakarta udah aman serta semuanya lokasi Indonesia udah aman. Kesempatan buat kudeta tak saya melakukan lantaran saya menyintai republik ini, saya cinta kawan-kawan reformis buat bikin negeri ini lebih baik kembali. Jadi tak ada betul-betul kehendak impian perbuatan saya yg mengerjakan langkah langkah buat mengacaukan tahun 1998, ” ungkapnya.

Wiranto terus mengusik hubungan dengan Kivlan Zein ketika itu. Menurut Wiranto, ia punyai interaksi baik dengan Kivlan Zein bahkan juga kerapkali berikan pemberian berwujud materi.

” Saudara Kivlan Zein kerapkali mohon pemberian pada saya, teman-teman ada masalah keuangan dan seterusnya. Sekarang memang saya tak bersentuhan dengan yg terkait, tak diduga menuduh begitu. Saya membuka saat ini kalau yg terkait memohon uang terhadap saya serta saya sempat kasih sekian kali pada yg terkait, ” katanya.

Kivlan Zein menuduh Wiranto jadi dalang kerusuhan 1998 kala mengunjungi acara ” Tokoh Bicara 98 ” di Premiere Ballroom, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (25/2) . Kivlan Zein menyebutkan Wiranto mainkan manfaat ganda serta gosip propagandis saat waktu menjabat jadi Panglima ABRI. Maksudnya adalah untuk menumbangkan Presiden ke dua Soeharto.

” Ya jadi Panglima ABRI kala itu, Pak Wiranto atas peristiwa itu mengapa ia tinggalkan Jakarta dalam situasi kalut, serta mengapa kita yg buat amankan Jakarta tak bisa kerahkan pasukan, itu. Jadi kita sangsi lho situasi kalut saat gak bisa mengerahkan pasukan, ” ujarnya.

About penulis