Home / Berita Umum / Polisi Berhasil Amankan Beberapa Tersangka Perdagangan Satwa Langka Yang Dilindungi Negara

Polisi Berhasil Amankan Beberapa Tersangka Perdagangan Satwa Langka Yang Dilindungi Negara

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Polisi Berhasil Amankan Beberapa Tersangka Perdagangan Satwa Langka Yang Dilindungi Negara – Polisi menggagalkan perdagangan 16 ekor burung dilindungi di Sumut. Beberapa satwa itu bukan endemik daerah ini.

Ke-16 burung yg diambil terdiri dalam : 5 ekor burung kakaktua raja (Probosciger atterimus) , 5 ekor kesturi raja atau nuri kebare (Psittchas fulgidus) , seekor ramgkong papan atau enggang papan (Bucerus bicornis) , seekor kakaktua maluku (Cacatua moluccensis) , seekor kakaktua jambul kuning (Cacatua sulpurea) , serta 3 ekor juvenil burung kasuari kelambir ganda (Casuarius casuarius) . Seluruhnya dilindungi undang-undang.

” Dari semuanya burung itu, cuma satu ekor yg datang dari Sumatera Utara ialah burung rangkong papan, selebihnya ini berasal di luar Sumatera Utara, dari Indonesia Timur, ada Maluku serta Papua, ” kata Kombes Ronny Samtana, Direktur Reserse Kejahatan Privat Polda Sumut, Selasa (26/2) .

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Satwa dilindungi itu didapati dirawat serta dikira bakal dipasarkan dua terduga, ialah Robby (37) serta Adil Aulia (28) . Kedua-duanya penduduk Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Kelurahan Mabar Lingkungan I, Medan Deli.

Polisi baru mengamankan terduga Adil. Sesaat Robby belum juga diketemukan. ” R ini sesungguhnya merupakan pemeran lama dari peredaran burung langka di Sumatera Utara. Sekarang kami tengah mengerjakan pengejaran pada inisial R ini, ” jelas Ronny.

Menyaksikan dari model satwa yg diambil, Ronny mengira peredaran satwa ini libatkan jaringan besar. Sebab itu Polda Sumut tetap mendalaminya, termasuk juga mencari tahu dari lokasi mana banyak pemeran dapatkan burung-burung dilindungi itu.

” Hasil dari pengungkapan ini kami mengira kalau Sumatera Utara, terutama Kota Medan, sekarang tidak hanya berubah menjadi sumber hewan langka, burung langka, namun ikut berubah menjadi maksud peredaran hewan langka atau burung langka di Indonesia, bahkan kemungkin jadi area transit ke negara beda, ” ucap Ronny.

Pengungkapan perkara ini berasal dari kabar dari warga kalau di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso ada beberapa hewan langka yg dipunyai seorang. Kabar itu lantas dilakukan tindakan team privat Polda Sumut dengan bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara.

Kala area dianggap didatangi, petugas menemukannya beberapa burung langka yg dikuasai Ronny serta Adil. Mereka tak punyai basic hukum maupun kewenangan pelihara atau memperjualbelikan satwa langka itu.

Sekarang, Adil tetap diolah di Mapolda Sumut. ” Kami ikut mengerjakan peningkatan dari lokasi mana yg terkait dapatkan hewan-hewan ini, ” jelas Rony.

Sesaat ke-15 ekor burung yg diambil bakal direhabilitasi di instansi konservasi yg berada pada Sumut. Sehabis dirasakan sangat mungkin, seluruh bakal dilepasliarkan.

” Kebanyakan bila udah sehat kita launching ke alam, namun mengingat ini pun bukan endemik Sumatera Utara, peluang kami sehatkan dahulu . . . kita bakal kontak BKSDA berkenaan, ialah Papua atau Maluku, buat dapat dikembalikan ke alam, ” tambah Hotmauli Sianturo, Kepala BBKSDA Sumut.

About penulis