Home / Berita Umum / Penghasilan Zakat Umat Muslim Di Strategikan

Penghasilan Zakat Umat Muslim Di Strategikan

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Penghasilan Zakat Umat Muslim Di Strategikan – Gak semuanya pekerja paham kalau umat Muslim kudu keluarkan zakat pemasukan (zakat profesi) apabila sudah menggapai keharusan membayar zakat atau nisab. Zakat pemasukan adalah salah satunya style dari zakat harta atau zakat mal.

Direktur Pokok Tubuh Amil Zakat Nasional (Baznas) Muhammad Arifin Purwakananta memaparkan seseorang muslim kudu membayarkan zakat pemasukan apabila mempunyai pemasukan uang sama dengan kira-kira Rp5, 2 juta.

” Apabila orang sudah menggapai penerimaan kurang lebih Rp5, 2 juta itu batas nisab, orang telah kudu berzakat pemasukan, ” tukasnya.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Secara prinsip, dia menjelaskan ada dua masukan mengenai hitungan nisab zakat pemasukan. Pertama, nisab zakat pemasukan dianalogikan dengan hasil pertanian sejumlah dengan 520 kg (Kg) beras.

Bila harga beras per kg diibaratkan Rp10 ribu, karena itu nisab zakat profesi per bulan merupakan 520 dikali dengan Rp10 ribu atau Rp5, 2 juta per bulan. Itu bermakna, orang muslim yg berpendapatan sebesar Rp5, 2 juta kudu keluarkan zakat pemasukan.

Ke dua, nisab zakat pemasukan dianalogikan sama dengan 85 gr emas lalu dibagi 12 bulan. Contohnya, harga emas satu gr sebesar Rp665 ribu, karena itu harga 85 gr sama dengan Rp56, 52 juta. Apabila dibagi 12 bulan, karena itu hasilnya kira-kira Rp4, 7 juta per bulan. Itu bermakna, orang muslim yg berpendapatan sebesar Rp4, 7 juta kudu keluarkan zakat pemasukan.

Dia menjelaskan besar zakat pemasukan sebesar 2, 5 % dari banyaknya pemasukan seseorang muslim tiap bulannya. Contohnya, seseorang muslim dengan penerimaan Rp7 juta per bulan, karena itu dia kudu keluarkan zakat pemasukan sebesar Rp175 ribu tiap-tiap bulan.

” Warga didorong buat zakat tiap-tiap pemasukan terhadap badan-badan amil zakat yg sah. Ada Baznas ataupun instansi amil zakat yg sah yang lain, ” tukasnya.

Dia memaparkan aliran pembayaran zakat pemasukan saat ini kian beraneka, hingga membantu kaum muslim buat menunaikan zakatnya.

Bukan sekedar di kantor amil zakat sah, warga dapat membayar zakat melalui perbankan ataupun aliran digital, baik dari penerapan dari amil zakat ataupun service keuangan digital (financial technology/fintech) .

” Saat ini 10 % kaum muslim telah berzakat lewat dompet digital, yg dahulunya kontan (tunai) atau transfer bank saat ini telah mulai lewat fintech ini. Tahun 2020 kami perkiraan jadi 30 % ” tuturnya.

Dia mengatakan zakat melalui aliran digital banyak memberikan keringanan untuk pemberi zakat (muzakki) . Kecuali muzakki, amil zakat mengatakan lebih gampang dalam membukukan uang zakat yg masuk.

Tujuan Zakat Rp9 Triliun

Tahun yang kemarin, Baznas sukses menyatukan uang zakat sebesar Rp8, 17 trilun. Tahun ini, targetnya naik jadi Rp9 triliun. Uang zakat itu disatukan dari kira-kira 10 juta muzakki dari semuanya Indonesia.

Biarpun tiada bertatap muka, dia memberikan keyakinan banyak muzakki kalau zakat melalui aliran digital masih resmi hukumnya.

” Akad itu antara lainnya transaksi zakat yg dikatakan terhadap amil zakat. Nah transaksi yg konvensional berjumpa dengan orang lalu salaman, saat ini ada transaksi elektronik. Ulama katakan transaksi sesuai itu resmi, asal ada prasyarat resmi adalah orang yg berzakat, uangnya, serta penerima zakat, ” ujarnya.

Selain itu, Perencana Keuangan dari Finansial Consulting Eko Endarto memberi saran supaya kaum muslim mengalirkan zakat pendapatannya tiap bulan. Kendati, ada pilihan buat membayarnya lewat cara kumulatif pada sebuah tahun.

” Kapan lantas tidak jadi masalah, cuma anjuran saya lebih baik tiap-tiap bulan lantaran angkanya tidaklah terlalu besar, kalaupun angkanya besar dia tentunya malas bayar, ” paparnya.

Untuk kaum muslim yg kerapkali gak ingat buat membayar zakat pemasukan, dia memberi saran buat memakai cara auto debit dari perbankan. Jadi, saat memperoleh upah, uang itu langsung dipotong sebesar 2, 5 % buat zakat pemasukan.

” Sebetulnya itu cuma media saja, kalaupun kita tidak dapat mengatur keuangan buat zakat, karena itu melalui bank paling gampang, ” tukasnya.

About penulis77