Pembicara Lainnya di Seminar Itu Ialah Syekh Adnan Al Afyouni Asal Suriah

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Pembicara Lainnya di Seminar Itu Ialah Syekh Adnan Al Afyouni Asal Suriah – Dubes Indonesia di Suriah Djoko Harjanto bercerita bagaimana mengerikannya hidup di lokasi perseteruan. Ia sehari-hari dengar dentuman bom serta bunyi tembakan tidak henti-henti.

Djoko memulai ceritanya dari eksisnya pasukan bersenjata bernama free army pada 2011 kemarin. Free army ialah beberapa orang bersenjata anti-pemerintah serta jadi cikal akan gejolak perseteruan di Suriah.

“Lalu ada demonstrasi, ada beberapa pihak oposisi yang bisa senjata lalu bersebaran ke mana-mana. Lalu berkobar sebegitu kuatnya, beberapa pemberontak itu namanya free army,” kata Djoko dalam ‘Seminar Berkebangsaan: Janganlah Suriahkan Indonesia’ di Hotel Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Djoko menjelaskan, sesudah Free Army lalu muncul Al Musro, serta tahun 2013 muncul ISIS. Ia terasa bingung bagaimana dapat sangat banyak pihak yang terbius untuk turut ISIS.

“Sampai hampir 2014 akhir ISIS telah ada itu perseteruan, mengagumkan, saya masuk perang, pekerjaan penting saya menjadi duta besar, membuat perlindungan TKI, Mahasiswa serta staf kedutaan,” papar Djoko.

“Saat 2015 saya masuk Aleppo, bukan sebab berani, tetapi membuat perlindungan rakyat kita disana, banyak jugaTKI, mereka perlu perlindungan. Itu Tidak semenit juga berhenti itu mortir, senapan, AK47 bahkan juga bom,” jelasnya.

Pembicara lainnya di seminar itu ialah Syekh Adnan Al Afyouni asal Suriah. Syekh Adnan memuji pada Indonesia, terutamanya pelajar Indonesia di Suriah.

“Serta sampai hingga sekarang ini pelajar Indonesia masih di Suriah. Indonesia baik diplomasi yang dimainkan oleh pemerintah ataupun pelajar, membuat kami berkesan buat negara Suriah, terpenting buat penduduk Suriah. Kami menyukai Indonesia karena kami lihat kesatuan, ciri-ciri kesopanan, serta kebaikan, serta kami hadir kesini sebab akhlak dari pelajar Indonesia. Karenanya kecintaan saya pada Indonesia ialah kecintaan teman dekat sejati,” katanya.

Syekh Adnan ikut menceritakan dikit tentang perseteruan yang berlangsung di negaranya. Menurut dia, perseteruan berlangsung terpenting sebab terdapatnya propaganda agama.

“Sela yang digunakan oleh mereka untuk bikin krisis mainkan sela agama, dengan mainkan propaganda agama, di masjid mainkan propaganda agama untuk memecah iris,” tutur Syekh Adnan.

“Di Suriah pendidikan itu gratis dari mulai sekolah basic sampai kuliah. Di Suriah kesehatan gratis untuk semua tingkatan serta rumah sakit, semua hal yang tersangkut keperluan inti dipenuhi dengan pemerintah. Tidak lagi ada yang dapat dimainkan di Suriah terkecuali sela agama, mereka lakukan fitnah lewat agama,” tuturnya.

You might also like