Keluarga Tuti menyayangkan Eksekusi itu

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Keluarga Tuti menyayangkan Eksekusi itu – Kerajaan Arab Saudi menyelesaikan mati Tuti Tursilawati (33), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Keluarga Tuti menyayangkan eksekusi itu karena tidak ada pemberitahuan terlebih dulu.

Pihak keluarga terasa terpukul karenanya ada berita itu. Ibu Tuti, Iti Sarniti, serta keluarganya, malas didapati wartawan karena masih tetap shock. Tuti akan memutuskan untuk pergi ke Arab Saudi pada 2009 yang lalu. Akan tetapi, Tuti menjumpai jalan curam sampai terlilit masalah dakwaan pembunuhan majikannya, Suud Malhaq Al Utibi, di Kota Thaif, yang berjarak 87 km. dari Kota Mekah, pada 11 Mei 2010.

KJRI Jeddah memberi pendampingan pada Tuti waktu melakukan waktu penahanan. Diluar itu, Iti seringkali melihat Tuti di Arab Saudi.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Bu Iti itu telah 3x ke Arab. Pemerintah memfasilitasi pertemuan pada Bu Iti serta Tuti sebelum pihak sana (Arab Saudi) menyelesaikan. Paling akhir itu tahun ini Bu Iti kesana,” kata Kepala Desa Cikeusik Jaenudin waktu didapati di tempat tinggal Tuti, Blok Manis, Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Saat proses penahanan, Jaenudin menuturkan, pemerintah Indonesia bernegosiasi dengan pihak Arab Saudi berkaitan masalah yang menerpa Tuti. Akan tetapi, katanya, pihak keluarga menyayangkan tidak terdapatnya pemberitahuan terlebih dulu mengenai eksekusi mati yang menerpa.

“Saya mewakili keluarga, begitu disesalkan. Harusnya ada pemberitahuan. Saat proses negosiasi itu saya seringkali mendapatkan info dari pihak Kemenlu serta BNP2TKI, kami seringkali dilibatkan,” tuturnya.

Selesai mendapatkan info eksekusi mati Tuti, pihak keluarga langsung mengadakan tahlilan. “Barusan langsung tahlilan. Kami serta keluarga meminta maaf sedalam-dalamnya, mudah-mudahan amal beribadah almarhum di terima disamping Allah,” kata Jaenudin.

You might also like