Home / Berita Umum / Diduga Ngantuk, Dua Pengendara Motor Tewas Tertabrak Bus Mira di Ngawi

Diduga Ngantuk, Dua Pengendara Motor Tewas Tertabrak Bus Mira di Ngawi

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Diduga Ngantuk, Dua Pengendara Motor Tewas Tertabrak Bus Mira di Ngawi  – Dua remaja pengendara motor wafat tertabrak Bus Mira di Ngawi. Dikira kedua-duanya mengantuk sampai motornya masuk lajur tengah. Dua korban dikira pelajar itu mengantuk sesudah ikuti touring.

“Beritanya ke dua pelajar itu baru pulang acara touring bersama-sama populasi sepeda motor Suzuki Satria Fu,” kata Kanit Laka Polres Ngawi Iptu Cipto kala dihubungi, Minggu (28/4/2019).

Dua pelajar itu didapati bernama Dadang Kurniawan (18) serta Teguh Ardianto (18). Dadang sebagai pengendara tinggal di Desa Kebon, Kecamatan Paron. Sedang Teguh penduduk Dusun Galoh, Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng. Menurut Cipta, mereka bergabung dalam populasi sepeda motor Suzuki Satria Fu di Kabupaten Magetan.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Untuk nama sekolah anak itu di Ngawi suatu SLTA swasta. Barusan beritanya selesai acara touring serta dikira ngantuk serta tertabrak Bus Mira kala urutan kendaraan korban di lajur kanan,” timpalnya.

Kecelakaan berlangsung kira-kira waktu 06.00 WIB di Jalan Raya Ngawi Maospati, Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng. Dadang serta Teguh berboncengan memakai sepeda motor Suzuki Satria Fu bernopol AE-2000 RL. Mereka wafat di tempat sesudah tertabrak Bus PO Mira bernopol S 7263 US.

Pihak kepolisian mengira, Dadang yg mengendarai motor itu mengantuk. Mereka melesat dari arah selatan ke utara atau dari Maospati-Ngawi. Sampai di tempat, mendadak sepeda motor itu masuk lajur tengah serta tersambar bus dari arah berbalik.

Sekarang unit Laka Satlantas Polres Ngawi masihlah lakukan pengecekan pada sopir Bus Mira Tariono (52). Dia adalah penduduk Desa Ngronggo, Kota Kediri.

About penulis