Home / Berita Umum / Dibawah Ini Isi Video HUT RI Yang Kontroversi

Dibawah Ini Isi Video HUT RI Yang Kontroversi

Dibawah Ini Isi Video HUT RI Yang Kontroversi – Video HUT ke-74 RI vs pelelangan (open bidding) yg diupload beberapa tokoh di jejaring sosial mengakibatkan pro-kontra. Satu diantara tokoh yg mengupload video itu yaitu Kepala Tubuh Ekonomi Kreatif (Bekraf) , Triawan Munaf, yg selanjutnya memberikannya klarifikasi.

Di bawah ini isi video HUT RI yg disebut :

Silahkan Bapak-Ibu, penawaran perpecahan mulai di atas 1945.
Lelang mulai. Oke, penawar pertama.
1948 kita miliki PKI. Ada ? Ada ?
Yak tambah naik 1950 ada Republik Maluku Selatan. Ada yg tambah tinggi?
Yak 1953 diserahkan DII/TII.
Oke 1957 ada Permesta.
1958. 1958. Ada yg berani di 1958? Yak 1958 oleh PRRI.
Oke, PKI kembali di 1965. Ada ?
Yak Pergerakan Aceh Merdeka berani di 1976. Ada yg lebih dari Pergerakan Aceh Merdeka?
1982. Yak, Organisasi Papua Merdeka menawar pemberontakan di 1982. Ada yg dapat lebih?
Oke. 1984 oleh kegaduhan Tanjung Priok.
Yak disana 1998 kegaduhan Mei.
Yak tembus angka 2000. Ada 2019 kekacauan Pemilu.
Ada ? Ada ?
Serta sampai sekarang ada banyak yg mengharap dapat merusak negeri ini. Namun mudah-mudahan harga kita buat Indonesia yg satu tak akan sempat dapat ditawar.

Video ini ramai diulas di jejaring sosial dan mengakibatkan arahan pro serta kontra. Triawan Munaf mengaku pernah mengupload video itu. Menurut Triawan, video itu bukan bikinannya.

” Itu bukan miliki saya, itu saya disuruh oleh kawan buat unggah itu, saya unggah, sebab message-nya bagus, jika ada kapasitas perpecahan di tiap even. Jadi bukan menuding satu even siapa yg salah, bukan, ” papar Triawan di Istana olahraga Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2019) .

Menurut dia, pesan dari video ‘open bidding’ itu yaitu penduduk Indonesia harus hidup damai supaya kesatuan serta persatuan tak pecah. Tak ada tekad menuding siapapun juga melalui video itu.

” Itu tak menuding siapapun juga. Jadi kita harus hidup damai, harus hidup apa namanya gak bisa ribut-ribut biar, kesatuan kita tak terkoyak-koyak, itu saja, jika Indonesia udah lewat bermacam, tak menuding siapapun juga. Di video itu tidak juga menuding siapa siapa kan, ” papar Triawan.

Triawan menjelaskan video itu tak dibuat oleh Bekraf. ” Dari Pak Wahyu, ” papar Triawan.

Di account Twitter-nya, Triawan pernah juga mengklarifikasi berkenaan video itu. ” Terima kasih atas usul serta masukannya. Butuh saya klarifikasi jika video itu bukan hasil atau dibiayai oleh @bekrafID, saya memforward video kreasi @wahyukentjana Memohon maaf sedalam-dalamnya jika dirasakan kontent video forward saya tsb tak tepat, ” demikian cuitan Triawan.

About penulis77