Di Lapas Tabanan Bali Ditemukan Puluhan Pil Diduga Narkoba

Info Promo Dan Bonus Kami :
1. Bonus Cashback 10%
2. Bonus Rollingan 0,7%
3. Bonus Referensi 5%
4. Deposit Hanya 50 Ribu
Klaim Bonus Anda Dengan Cara Klik Disini

Di Lapas Tabanan Bali Ditemukan Puluhan Pil Diduga Narkoba – Paket berisi pil berwarna putih dikira narkoba diketemukan dibawah tumpukan ranting pohon di dekat Lapas Tabanan, Bali. Beberapa puluh pil warna putih itu disembunyikan dalam bungkus rokok.

Paket itu diketemukan pada Minggu (23/6) lalu kira-kira jam 00.30 Wita. Tempat persisnya ada dipinggir jalan depan balai banjar Pasekan Belodan (belakang kantor PHDI Tabanan) Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, Kec/Kab Tabanan.

“Kira-kira jam 21.00 Wita, ada pesan singkat, SMS, ke wartel spesial di lapas jika ada perintah seorang atas nama R untuk ambil satu paket barang dalam tempat yg udah ditetapkan. Tempatnya itu berada pada utara lapas, ada tong sampah, ada pohon besar, ranting dibawah situ. Bisa informasi itu saya perintahkan kepala keamanan cek tempat,” kata Kalapas Tabanan I Putu Murdiana disaat diminta konfirmasi lewat telephone, Selasa (25/6/2019).

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Kontak Yang Kami Sediakan Untuk Dapatkan Bonus Terbaik Dari Kami

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Putu mengemukakan, kala di tempat, diketemukan satu kantong plastik besar berwarna hitam. Faksinya lalu mengabari polisi untuk menyelamatkan tanda bukti itu.

“Kira-kira jam 00.05 Wita, anggota Polsek Kota ada bersama-sama saksi-saksi dari perbekel serta anggota kami langsung ke TKP serta melihat ulang barang yg meresahkan itu. Lalu dibuka ada 3 bungkus rokok, 2 ialah Gudang Garam, 1 ialah Sampoerna Mild. Urutan Gudang Garam masih tertutup rapat atau bersegel sedang Sampoerna udah terbuka, sehabis dikeluarkan ada tiga klip kantong kecil pil warna putih. Satu klip berisi 10 pil, jadi keseluruhan 30 butir yg diketemukan,” kata Putu.

Putu mengemukakan faksinya menyerahkan proses pengumpulan bukti-bukti pada polisi berkenaan hasil pil dikira narkoba itu. Putu mengemukakan faksinya pula belum dapat memberikan pengusutan pada narapidana berinisial R sampai proses pengumpulan bukti-bukti tuntas.

“Setelah itu jadi ranah polres untuk proses seterusnya. Kami sifatnya bekerjasama untuk bon atau kontrol kelanjutan kami koordinasikan untuk dapat dikontrol lebih sungguh-sungguh kembali,” terangnya.

“Kami pula belum bisa konfirmasi dari polres berkenaan barbuk (tanda bukti) apa sungguh-sungguh narkoba atau tidak. Kalaupun dapat diyakinkan semacam itu, makna ya pula pengungkapan ini belum jelas ini punyai siapa dari siapa. Jadi kami tak dapat memberikan pengusutan masyarakat binaan kami atas nama R itu, lantaran yg perihal belum ambil udah kebongkar duluan,” sambungnya.

Putu mengemukakan R adalah narapidana perkara perusakan yg dipidana 1,5 tahun penjara. Sekarang ia masih menanti proses pengumpulan bukti-bukti dari kepolisian.

“Faksi polres bakal mengerjakan pengumpulan bukti-bukti seterusnya, apa R jadi jadi kurir. R ini narapidana, kebetulan narapidana perkara 170 KUHP, ia pidana 1 tahun 6 bulan. Yg perihal itu udah kita program untuk ikuti asimilasi kebersihan lapas atau luar lapas, pagi jam 7 ia keluar bersihkan, terus masuk kembali memang pengawasan menempel sore pula semacam itu, 1/2 5 dikeluarkan jam 5 masuk kembali pada lapas,” terangnya.

Lewat cara terpisah, Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta mengemukakan faksinya masih mengerjakan pengumpulan bukti-bukti berkenaan pil yg dikira narkotika itu. Ia belum dapat meyakinkan apa pil itu benar punya kandungan sediaan narkotika.

“Memang benar ada semacam itu, akan tetapi untuk ragamnya hingga sekarang belum didapati lantaran itu kontrol laboratorium,” kata Budiarta.

You might also like